Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Keluarga

Tenanglah Adikku, Kita ini adalah manusia spesial

Kami yang hidup di rumah paman Kami yang hidup di rumah bibi Kami yang hidup di rumah nenek Kami yang hidup berpindah-pindah kota bahkan provinsi Kami yang hidup tanpa kedua orangtua Aku dan adik perempuanku memang ditakdirkan harus tegar Tegar menghadapi gempuran derasnya kehidupan ini Tegar untuk menentukan arah hidup kami sendiri Tegar mengambil segala keputusan yang akan kami tempuh Aku masih 4 tahun dan adikku genap 2 tahun saat itu Nakal itulah Aku Perenung dan murung itulah aku periang dan ceria itulah adikku Ranking 1 di sekolah dasar itulah Aku terkadang Ranking 2 atau 3 itulah aku Pagi-pagi benar kukayuh sepedaku hasil dari menabung sepeda kudapat kuketuk rumah seorang Haji di pengkolan "Assalamu alaikum" sapaku "Wa'alaikum salam" saut bu haji sesegera dibukakan pintu mau ambil berapa termos dik? satu dulu bu, besok kalau laris saya ambil 2 termos. jawabku jangan lupa ya nanti kalau laku semua setornya 700 rupiah ya? kata b...

Hereditas Kecerdasan Anak, Benarkah lebih dipengaruhi oleh Ibu?

Beberapa waktu yang lalu, saya sempat membaca tulisan yang berisi tentang ‘himbauan’ untuk mencari istri yg cerdas supaya bisa mempunyai anak yang cerdas karena kecerdasan itu diturunkan dari seorang ibu. Namun, tulisan tersebut tidak menjelaskan bagaimana seorang ibu bisa berperan sangat besar atas kecerdasan anak-anaknya sehingga membuat saya bertanya-tanya. Salah satu teman, mempunyai pertanyaan yang sama dengan pertanyaan saya, yaitu bagaimana kecerdasan itu diturunkan, apakah kecerdasan itu bisa ditingkatkan, dan apa saja yang mempengaruhi kecerdasan (kurang lebih seperti itu). Saya jadi berfikir lebih keras lagi dan mengingat-ingat saat bu Wyta (dosen Biologi saya waktu kuliah) menerangkan tentang evolusi mitokondria yang mempunyai korelasi terhadap penurunan kecerdasan anak. Bagaimana bisa kecerdasan anak lebih dipengaruhi oleh ibu, bukan ayah? Saya mencoba mengkorelasikan antara penjelasan yang saya dapat semasa kuliah dengan referensi-referensi terbaru yang saya peroleh. Be...

Strategi Menolong Anak Mengembangkan Rasa Percaya Diri dan Penghargaan Akan Diri Sendiri

1. Beri anak pertanda kalo kita perhatian pada mereka, bisa dengan senyuman, sentuhan, atau perkataan bahwa kita menyayangi mereka 2. Mendorong anak melakukan hal-halnya sendiri dan akui usaha mereka dgn memberi pujian yg berarti (jangan cuma bilang bagus, tp bilang "hebat, itu nggak mudah lo ngerjainnya" 3. Berbicara dengan tenang pada anak, mereka bakal lebih mudah memperhatikan kita dan meniru perilaku tersebut 4. Anak-anak meniru perilaku kita baik dan buruk; jadi tak bisa salahkan mereka seandainya mereka mengambil contoh yg salah 5. Perlakukan anak dengan sabar dan penuh kasih sayang . Dengan cara itu mereka akan merasa dihargai sehingga mereka pula akan menghargai diri mereka sendiri sbg manusia 6. Anak senang membantu. Beri mereka kesempatan. Mungkin usaha mereka nggak sempurna, tp mereka bakal terus berusaha kalau mereka tau kita senang akan usaha mereka 7. Mendengar secara aktif. Dengan cara itu mereka lebih merasa kalo apa yg mereka katakan itu penti...

Bagaimana Cara Mendisiplinkan Anak?

1. Tegas. Jika anda melarang anak untuk tidak melakukan sesuatu, buatlah alasan-alasan yang logis dengan memberikan penjelasan dan bimbingan kepadanya. Alasan-alasan seperti, "Jangan duduk di depan pintu, pamali!", "Jangan main sampai waktu Maghrib, nanti diculik Kalongwewe!", rasanya sudah harus ditinggalkan. Beritahu alasan sebenarnya kenapa anak dilarang melakukan suatu hal dengan alasan yang masuk akal. 2. Jangan Plin Plan Pada dasarnya si kecil akan meniru apa yang orang dewasa lakukan. Begitupun jika anda dan pasangan bertindak plin-plan terhadap suatu keputusan. Contohnya anda tidak setuju kalau si kecil lompat-lompatan di tempat tidur sementara pasangan anda malah membiarkannya. Ini akan membuat si kecil bingung. Akibatnya dia akan mengabaikan ketidaksetujuan anda. Jadi, buatlah kesepakatan keputusan dengan pasangan agar anak-anak jadi mudah dalam bersikap. 3. Kompromi Anak-anak tidak selalu bisa mengatasi dan membedakan antara persoalan besar dan kecil...

Kualitas Anak Kita Adalah Buah Dari Hasil Asuhan Kita

Buruk Cermin Jangan Dibelah Kualitas dan sikap anak-anak kita adalah buah dari model pengasuhan dan pendidikan yang kita terapkan sehari-hari di rumah. Walaupun kita semua pasti mencintai anak-anak kita, tetapi pada prakteknya apa yang kita lakukan secara praktis kepada anak-anak kita terkadang bukan seperti yang kita niatkan. Niat kita baik, tapi tak jarang apa yang kita ucapkan dan sikapkan kepada anak tanpa sengaja merupakan sebuah hal yang buruk dan mempengaruhi perkembangan kejiwaannya. Daripada terus mengeluh, menyalahkan anak, atau menyalahkan lingkungan; lebih baik kita melakukan refleksi atas apa-apa yang sudah (bukan sekedar harapan) kita pada anak-anak kita. Dalam refleksi itu, ada baiknya kita mengambil inspirasi kembali dari Dorothy Low Noite (“Children Learn What They Live With”). Thanks Dorothy, it’s so inspiring… Jika anak banyak dicela , ia akan terbiasa menyalahkan Jika anak banyak dimusuhi , ia belajar menjadi pemberontak Jika anak hidu...

How to Teach The Underwear Rule for your child?

The Underwear Rule was developed to help parents and carers start a discussion with their children. It can be a highly effective tool to prevent against sexual abuse. The Underwear Rule has 5 important aspects. 1. Your body is your own Children should be taught that their body belongs to them and no one can touch it without their permission. Open and direct communication at an early age about sexuality and “private body parts”, using the correct names for genitals and other parts of the body, will help children understand what is not allowed. Children have the right to refuse a kiss or a touch, even from a person they love. Children should be taught to say “No”, immediately and firmly, to inappropriate physical contact, to get away from unsafe situations and to tell a trusted adult. It is important to stress that they should persist until someone takes the matter seriously. In the book, the hand always asks Kiko for permission before touching. Kiko grants permission. When the h...

Surga di Telapak kaki Ibu

Oleh Kinkin Mirajul Muttaqien “ Al-Jannatu tahta aqdamil ummahat – Surga itu di telapak kaki ibu ”, awalnya tak pernah terbayang seperti apa dan kenapa surga mesti di telapak kaki ibu? Padahal ayah adalah pemegang tanggung jawab dalam keluarga. Saat kita mulai ingat akan segala sesuatu di dunia ini, mungkin tidak banyak mereka yang menyadari hadits pendek namun padat makna itu. Bahkan sering kita mendengar begitu banyak anak yang tega berbuat aniaya terhadap ibunya. Sering kita mendengar dan menyaksikan berita yang dimuat baik itu di media cetak ataupun elektronik. Sehingga kadang ironis nya tidak sedikit pula anak yang tega menghabisi nyawa ibunya tanpa alasan yang jelas. Sungguh miris hati ini rasanya jika kita mendegar hal seperti itu. Di zaman yang semakin maju dengan dukungan teknologi canggih pun kita masih disuguhkan dengan berbagai isu dan berita seperti itu. Tak habis pikir kenapa mereka berbuat tega seperti itu. Tapi kadang hati ini seperti tidak pernah terse...