
Oleh Harun Azis
Sampai dengan tanggal 13 Januari 2009 serangan militer Israel di Gaza masih belum mereda. Semenjak ditetapkannya resolusi PBB, Israel malah menambah pasukannya dengan mengeluarkan ribuan pasukan cadangan demi mendesak pejuang-pejuang Hamas yang masih melakukan perlawanan sampai hari ini juga dengan meluncurkan roket-roketnya ke wilayah Israel. Banyak korban jiwa di pihak Palestina hampir 1000 lebih penduduk Palestina tewas, warga sipil lagi-lagi yang menjadi korbannya. Warga sipil yang didominasi oleh kaum wanita dan anak-anak hampir 500 jiwa meninggal. Lagi-lagi darah suci dari orang-orang yang tak berdosa mengalir di kawasan timur tengah ini. Tidak jelas alasan Israel menggempur Gaza Palestina, mereka (Israel) mengatakan “kita hanya membela diri dari serangan-serangan roket Hamas, dan akan berhenti menggempur Gaza Palestina jika Hamas menghentikan serangan roket-roketnya ke daerah Israel” tetapi dengan menghalalkan segala caranya, banyak pelanggaran HAM terjadi dengan banyaknya penduduk sipil dan anak-anak menjadi korbannya. Israel telah melakukan pelanggaran HAM berat dan telah melakukan sebuah kejahatan perang dengan mengabaikan resolusi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan mengabaikan tekanan-tekanan dari dunia internasional untuk gencatan senjata sekarang juga untuk memulai perundingan perdamaian. Dari sinilah mengapa PBB mandul hanya bisa memberikan resolusi dan kemudian tidak ada kelanjutannya setelah Israel mengabaikannya. Dunia hanya bisa diam saja, sedangkan wanita-wanita dan anak-anak penduduk Gaza Palestina menangis, merintih kesakitan, dirundung ketakutan yang teramat sangat. Pemimpin-pemimpin dunia hanya terdiam saja. Dimana liga persatuan bangsa-bangsa Arab (Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Jordan, Syria, Kuwait, Mesir, Iran) sampai kapan krisis di timur tengah terutama Gaza Palestina ini akan berakhir, jika tidak ada kemauan kedua belah pihak untuk berdamai. Apalagi saat ini PBB telah menemukan bukti-bukti baru oleh PBB urusan HAM bahwa Israel menggunakan senjata kimia. Pada bom-bom atau rudal-rudal penghancur yang dijatuhkan ke kota-kota Gaza Palestina menggunakan bahan kimia Fosfor. Dari bahannya fosfor memang paling mudah untuk meruntuhkan bangunan-bangunan beton yang dianggap sebagai markas Hamas di jalur Gaza Palestina. Tetapi akan sangat berdampak negatif bagi kehidupan di sekitarnya terutama penduduk sipil. Akan menyebabkan sesak napas bagi yang menghirup udara yang sudah terkontaminasi oleh fosfor tersebut dan akan terbakar bagi korban yang terkena kulitnya yang akan menyebabkan cacat permanen. Israel berdalih dalam menggempur Hamas di Gaza Palestina masih memakai standar peraturan penggunaan senjata secara internasional. Semoga perdamaian segera tercipta di timur tengah.
Comments
Post a Comment