Skip to main content

Mau Beli Mobil Bekas? Jangan Lupa Periksa Sistem Kelistrikannya




Menjelang lebaran, pasar mobil bekas mulai menggeliat. Para calon pemudik ke kampung halaman mulai memburu mobil idamannya. Apakah anda termasuk satu diantara mereka? Bila ya, bersikaplah cermat sebelum menentukan pilihan. Perhatikan dan teliti bagian demi bagian mobil.menentukan pilihan. Perhatikan dan teliti bagian demi bagian mobil.

Satu diantara beberapa bagian mobil yang wajib mendapat perhatian adalah sistem kelistrikan. “Sebab, mobil yang akan digunakan untuk mudik harus siap untuk perjalanan jauh. Suplai sumber listrik menjadi sangat penting, karena di perjalanan biasanya perangkat audio, air conditioner (AC) dan lain-lain terus digunakan. Padahal, pada mobil yang telah berumur lima tahun atau lebih banyak sekali kabel yang getas. Sehingga sistem pasokan listrik pun terganggu.
.

Ada beberapa cara untuk mengecek sistem kelistrikan pada mobil bekas yang anda beli. Cara yang umum digunakan adalah dengan voltmeter. Menggunakan voltmeter ini mudah melihat hasilnya dan tidak menimbulkan rasa penasaran.


Langkah pertama,


periksalah tegangan pada aki dan jangan menyalakan mesin. Sebagai patokan, aki yang baik memiliki tegangan atau voltase 12 – 13 volt. Setelah itu, lakukan pemeriksaan beberapa titik yang menyalurkan aliran listrik positif, seperti koil, semua lampu, pemantik api, serta komponen lainnya.
Pastikan, tegangan yang ada di bagian-bagian itu masih bagus. Indikator di voltmeter digital biasanya menunjukkan dengan kata good bila arus listrik masih bagus.

Langkah selanjutnya,


memeriksa alternator. Alternator mulai berfungsi untuk membangkitkan listrik ketika mesin dihidupkan untuk disalurkan ke aki dengan mengubah tegangan AC menjadi tegangan DC.“Seperti diketahui, sistem pengisian listrik pada kendaraan mempunyai tiga rangkaian komponen penting yaitu aki, alternator dan regulator,Alternator terdiri dari komponen-komponen seperti gabungan kutub magnet yang dinamakan rotor, yang didalamnya terdapat kumparan kawat magnet yang dinamakan stator. Adapun regulator berfungsi sebagai alat pengatur dan pembatas voltase.
Bila alternator lemah atau bermalasah maka suplai listrik ke aki juga tidak berjalan semestinya. Akibatnya mobil bisa mogok di tengah jalan. Pada umumnya alternator mobil memiliki daya sekitar 60-70 Ampere

Lantas bagaimana cara memeriksa alternator? Cukup gampang, hidupkan mesin dan seluruh perangkat kelistrikan, seperti lampu besar, audio, AC, pemanas kaca dan lain-lain. “Kemudian ukur tegangan di aki. Alternator yang masih bagus akan membuat tegangan aki minimal berada di angka 12,8 volt,”

Setelah itu, periksa tegangan pada beberapa titik dimana ada aliran listrik positif, seperti pada koil, lampu-lampu, pemantik api, dan komponen lainnya. Carilah bagian yang memungkinkan Anda dapat mengecek tegangan listriknya.

Namun, bila tempat anda ingin membeli mobil bekas itu tidak menyediakan voltmeter tak usah bingung. Anda bisa melakukan pengecekan secara langsung beberapa bagian secara kasat mata. Berikut beberapa langkah yang dianjurkan:


-Periksa kabel di ruang mesin dan aki


Langkah pertama bukalah kap mesin, dan amati dengan seksama. Bila anda menemukan banyak kabel tambahan yang tidak semestinya. Berarti pemilik lama mobil tersebut telah menempuh jalan pintas untuk mendapatkan arus listrik."Artinya sistem kelistrikan tersebut pernah bermasalah. Sementara untuk mengurai dan melacak kabel yang bermasalah di mobil diperlukan waktu yang tidak singkat,"

- Cek ulang melalui beberapa peranti penunjang

Bila anda masih penasaran banyaknya kabel tambahan itu, sebaiknya melakukan pengecekan dengan mengaktifkan peranti penunjang kenyamanan yang banyak menyedot arus listrik mulai dari lampu, penyejuk ruangan (AC),power window, peranti hiburan dan lain-lain.

"Aktifkan semua peranti itu secara bersamaan dengan volume yang optimal di saat mesin hidup. Bila masih bagus berarti sistem kelistrikan juga cukup bagus,


11 petunjuk di bawah ini bisa membantu proses penelitian agar Anda tidak tertipu. Sebelas di antaranya merupakan masalah yang umum muncul di mobil bekas.

1. Lihat BPKB (Bukti Pajak Kendaraan Bermotor)
Untuk mengetahui mobil sudah berpindah tangan berapa kali. Termasuk juga keaslian warna. Perhatikan lokasi tinggal pemilik pertama. Kalau dekat dengan laut, sebaiknya jangan dibeli. Karena kemungkinan karatnya besar lantaran udaranya mengandung garam.
2. Lampu-lampu
Mulai depan (lampu utama), belakang, kabin hingga indikator. Ini perlu, terutama untuk mobil yang usia sudah di atas 10 tahun. Selain dari umur bohlam, kerja lampu juga dipengaruhi oleh kondisi soket, kabel, sekring dan sistem kelistrikan lainnya. Ganti bohlam saja murah, tapi kalau harus sistem kabel, dananya cukup besar.
3. Sepatu rem
Tak cukup dengan dilihat, tapi dijalankan dengan kecepatan bervariasi sambil menginjak pedal rem. Dengarkan muncul tidak suara berdecit secara kontinyu. Atau kaki terasa bergetar, kemungkinan sepatu rem sudah tipis dan ada area yang bersentuhan dengan cakram. Jika kaki seperti menendang balik menandakan piring cakram tidak rata.
4. Filter
Ada tiga, yakni filter udara, oli, bahan bakar. Jika semua kondisinya baik bisa memperpanjang umur pakai mobil. Sebaliknya, salah satu filter atau semuanya kotor atau mampat.Biaya penggantiannya memang tidak mahal. Tapi jika Anda mendapati kondisi filter udara mesin kotor, kondisi mesin relatif sudah menurun. Sementara komponen itu paling mudah diganti. Jadi jika filter udara yang kotor saja tidak diganti, bagaimana dengan filter lainnya?
5. Busi
Lemahnya kondisi busi dapat menyebabkan kerja mesin menurun. Karena bisa membuat konsumsi bbm lebih boros, menaikkan emisi gas buang serta berakibat kerja mesin jadi tersendat karena gagal memercik. Biasanya, untuk mengakali busi yang sudah aus, celah dibuat lebih rapat dengan elektroda. Sehingga mesin bisa bekerja normal. Tapi hal itu tidak bertahan lama. Jadi sebaiknya, setelah mobil dibeli, busi ini segera diganti.
6. Aki
Untuk mengecek kemampuan menampung arus listrik aki mobil memang butuh alat khusus. Tapi Anda bisa melihat tinggi cairan, dan jika dinding aki tembus pandang perhatikan apakah sel-sel sudah ada yang melengkung. Perhatikan pula jika ada korosi pada terminal aki. Lihat juga kabel positif dan negatif yang mungkin longgar. Korosi dan kabel kendur membuat daya hantar arus listrik lemah. Sehingga tidak cukup kuat untuk memutar mesin.
7. Belt
Belt yang slip dapat menimbulkan suara berdecit yang keras. Kendurnya belt dapat mempengaruhi pendinginan mesin, kerja alternator, power steering dan AC. Karena harga belt ini tidak mahal, jadi sebaiknya diganti setelah membeli.
8. Sokbreker
Komponen ini vital bagi kestabilan dan keselamatan berkendara. Jika sudah lemah atau rusak, ayunan mobil sudah tidak teredam dengan baik dan dapat memperpendek umur pakai ban. Umumnya, sokbreker oli cenderung lebih mudah dideteksi kerusakannya dengan melihat apakah ada lelehan oli pada area di sekitarnya. Masalah lainnya adalah dudukan sokbreker yang sudah diserang karat.
9. CV joint
Komponen ini berguna untuk menyalurkan tenaga mesin dari kopel (propeller shaft) ke as roda (drive shaft). Umumnya, masalah ini muncul akibat karet Constant Velocity Joint (CV Joint) sudah rusak dan bagian dalamnya kering dari gemuk (grease). Untuk mendeteksinya, Anda perlu test drive karena pada kecepatan tertentu akan muncul getaran berlebih. Atau dengan menikung patah dengan kecepatan rendah. Jika muncul suara berdetak, artinya komponen ini perlu diganti.
10. Knalpot
Untuk mengecek kondisi knalpot adalah dengan melongok ke kolong mobil. Pastikan tidak ada kebocoran pada exhaust manifold, muffler dan pipa. Anda juga bisa dengan mendengarkan apakah ada suara keras yang tidak normal. Meski hal ini mudah disamarkan dengan alasan sudah dimodifikasi.
11. Ban
Ban gundul jelas berisiko tinggi untuk berkendara. Meski hanya sebagian tapaknya saja. Ausnya sebagian tapak ban juga bisa dijadikan indikasi pemiliknya sudah lama tidak melakukan wheel alignment dan balancing. Selain itu perhatikan pula apakah ada dinding ban yang menggembung.

sumber kaskus.us

Comments

Informasi Populer Minggu Ini