Skip to main content

Falsafah Hidup Orang Jawa

Diri saya adalah diri kamu, cahayamu adalah cahayaku, kamu adalah saudaraku, kamu adalah aku, Satu - Siji - Tunggal tidak ada pemisahnya. Apa yang ingin kamu ketahui tentang AKU dan jika kamu niat dari hati yang paling dalam, maka aku sudah berkewajiban untuk menyampaikannya kepadamu hingga kamu paham dan mengerti ,lalu memperbaiki perilakumu, hingga kamu bergerak JUJUR dan LURUS.
Falsafah Hidup Orang Jawa


Beberapa pesan moral dari leluhur Jawa semoga dapat memberi sedikit gambaran betapa tingginya nilai nilai budi luhur yang sudah diwariskan kepada anak cucunya. beberapa yang bisa dikutip adalah sebagai berikut:

1. Fokuslah kepada pekerjaan kita bukan pada hasilnya: Banyak dari kita yang lebih melihat hasil saat kita bekerja. Pekerjaan itu sendiri lebih menyenangkan daripada hasil. Jangan biarkan hasil menjadi tujuan dari tindakan kita, dengan begitu kita tidak akan terikat. Dengan kata lain, nikmatilah perjalanannya bukan tujuannya. Seniman besar, prajurit besar dan ilmuwan besar menyenangi apa yang mereka lakukan karena pekerjaan itu sendiri begitu menyenangkan bagi mereka. Ketika kita menonton seniman, guru, perawat, dokter atau siapa saja sedang melakukan pekerjaan mereka dengan sepenuh hati, kita akan menemukan tindakan itu sendiri begitu mulia. “Hanya pekerjaan yang dapat engkau kendalikan, bukan hasilnya, bekerjalah tanpa pamrih, fokuslah pada tujuan mulia bukan pada hasil langsung.”

2. Hidup adalah tentang mengelola emosi diri sendiri: nasehat selalu menjelaskan sepenuhnya tentang hal ini dan bagaimana sebaiknya kita mengelola emosi dan keterikatan. Panik dan serangan-serangan emosional dapat menjadi musuh nyata dalam menjalani berbagai macam bentuk kehidupan. “Emosi merupakan bentuk dari pikiran yang tidak terkontrol, belajarlah untuk mengendalikan hal itu wahai saudaraku, karena suka dan duka bagaikan musim panas dan musim dingin yang ada hanya untuk sementara.”

3. Jangan meniru kehidupan orang lain: Seorang prajurit bisa melihat kehidupan petani sebagai kehidupan yang damai dan bahagia. Seorang petani bisa melihat kehidupan prajurit sebagai sebuah kehidupan yang energik dan aktif. Pada akhirnya keduanya sama-sama penting. Alih-alih masuk ke rumput tetangga yang lebih hijau, lakukanlah yang terbaik dengan kemampuan kita. Kita memiliki kemampuan dan kelebihan masing-masing, janganlah kita mengganggu pekerjaan orang lain walaupun hal itu terlihat lebih menarik. Karena apapun yang telah diberikan kepada kita mempunyai posisi dan tujuannya masing-masing. Hendaknya kita tidak melepaskan tanggung jawab yang telah diberikan kepada kita. “Lebih baik melaksanakan tanggung jawab dan pekerjaan sendiri namun tidak sempurna dari pada melaksanakan tanggung jawab dan pekerjaan orang lain dengan sempurna.”

4. Memperlakukan semua orang dengan sama: Apa yang melekat pada tubuh manusia baik itu pakaian, jabatan, keindahan, profesi, status dan lain sebagainya adalah bentuk dunia material yang suatu saat akan di tinggalkan. Jiwa merupakan satu-satunya yang melekat pada tubuh manusia. Cobalah melihat dibalik benda-benda duniawi dan perlakukan semua mahluk hidup layaknya kita ingin diperlakukan karena jiwa semua mahluk adalah satu dan sama. Hormatilah setiap mahluk hidup. “Mereka yang telah mengerti pengetahuan tentang jiwa melihat yang miskin, dan yang kaya, seorang pemakan daging, dan semua makhluk dengan pandangan yang sama.”

5. Melakukan hal-hal yang baik dengan tulus dan tanpa mengharapkan imbalan apa pun: Ini adalah bentuk pelayanan bhakti baik kepada Tuhan yang masing-masing kita percayai maupun pelayanan bhakti kepada masyarakat dan keluarga. Melakukan pelayanan bhakti tanpa mengharapkan imbalan adalah bentuk pelayanan bhakti yang berdasarkan atas cinta kasih murni. Seorang ibu yang melayani anaknya dengan penuh cinta kasih tidak akan mengharapkan imbalan apapun dari sang anak, seorang penyembah yang begitu mencintai Tuhannya dengan tulus tidak akan mengharapkan imbalan apapun dari Tuhannya. Bentuk pelayanan yang berdasarkan cinta kasih universal dan tulus merupakan bentuk bakti yang tertinggi. “Apapun yang dipersembahkan oleh seseorang dengan penuh kasih dan tulus akan Ku terima dengan penuh kasih pula.”

6. Jangan pernah lari dari tugas : tentang kepatuhan terhadap tugas. Setelah kita mengambil tugas tertentu, janganlah kita mencari-cari alasan untuk melarikan diri dari melakukan hal-hal dalam lingkup tugas tersebut. Selesaikanlah apa yang telah kita mulai, lakukanlah tugas yang telah dipilihkan kepada kita dengan sebaik-baiknya walaupun itu tidak sempurna, namun hal itu lebih baik dari pada lari dari tugas dan tidak melakukan apapun.

7. Selalu ada kekuatan yang lebih besar diluar kekuatan manusia: Seringkali, kita merasakan sedih dan putus asa ketika sesuatu yang kita yakini benar dan demi kebaikan yang selama ini diperjuangkan ternyata gagal. Sering kali kita menyerah kepada sesuatu yang kita tahu itu salah hanya karena kita lelah untuk berusaha. tetaplah melakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan demi nama kebenaran, dan akan selalu ada kekuatan yang lebih besar yang akan melindunginya.

Pesan moral dan nasehat tersebut adalah suatu proses meningkatkan kesadaran dan pengetahuan. Hanya manusia yang secara totalitas menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan untuk dibimbing melalui proses tersebut.

Masalah yang ada pada diri kita adalah bahwa tidak banyak dari kita yang bisa melakukan apa yang penyerahan diri sepenuhnya untuk menjalani sebuah proses pencerahan dan kesadaran. Tak banyak dari kita yang ingin diambil untuk melalui sebuah "proses" ... tapi semua orang ingin memiliki pencerahan. Pencerahan tidak bisa terjadi begitu saja. Pencerahan terjadi di mana ada kesadaran yang cukup tinggi untuk merendahkan semua keegoisan, kemarahan, kecerdasan, dan pengetahuan yang sebelumnya telah dimiliki manusia. Membaca adalah hal yang mudah, karena manusia lebih besar dari kata-kata yang dirinya baca. Mendengarkan adalah mudah, karena kita mendengarkan apa yang dapat diambil oleh indera. Pemahaman dan kesadaran merupakan hal yang sulit, karena hanya terjadi ketika pikiran dan hati kita larut di dalamnya. Jika dapat melakukannya maka AKU akan menjadi guru sejati diriku.

Comments

Informasi Populer Minggu Ini